Pages

Jumat, 25 Juli 2014

Tulisan tangan sang ustadz

sudah patah harapan menunggu yang ditunggu tak kunjung tiba. akhirnya hanya bisa pasrah tidak ingin menunggu. ternyata, tuhan berkehendak lain. mungkin tuhan ingin aku menerima paket ini secepatnya hehehe. ternyata paket pun datang tanpa diduga.dan tanpa menunggu ! wah, alhamdulillah...


setelah menerima paket dengan girang. aku langsung menyerbu dan melahap semua buku itu. aku udh baca buku yang judulnya 'udah putusin aja!' dan 'yuk berhijab!' karangan ustad felix siauw ini.

satu kata setelah membaca buku nya. tersentuh. 
dann rasanya itu...

jelebuurrrr

serius deh. kalo baca buku ini, kalian bakalan ngerasa pinter. dan sadar kalau selama ini kita itu bodoh. bodoh ? gue ranking di sekolah. apa maksud lo dengan bodoh ? eitss. tunggu, maksudnya kita itu bodoh kalau kita sudah berilmu namun tidak mengamalkannya. yahh, exactly. buku ini 'pas' banget buat anak muda. 'pas' di kantong. 'pas' di bandrol.  'pas' di dompet. hehehe. bukan itu maksudnyaa ><

begini, buku ini 'pas' untuk anak muda jama sekarang yang masih labil. labil tingkat dewa. masih ngerengek minta uang jajan ke maminya. tapi sok sok an nasehatin tentang cinta dan agama dengan dewasa. padahal sendirinya ? masih miskin agama. *ngikutin ust. felix hohoho*

di salah satu bab di buku yang 'udah putusin aja!' ada bab yg membahas ttg mengatasi galau dan pengen move on. 
apasih galau itu ?????
galau itu menurut aku, adalah sebuah penyakit hati tentang kekhawatiran berlebih. akibatnya macem2, bisa bikin dapet pahala atau dapet dosa. begitu, yang aku kutip dari buku ini. lho ? kok bisa dapet pahala dapet dosa juga ? penasaran, kan ? makannya beli !! eh gk deng, kalo kamu rumahnya di pwk juga.. bisa kok pinjem ke aku... *kedipin mata* wkwk

tapi ada suatu kutipan nasehat yang bagus. dan aku harus share disini..

kutipan dari buku ust. Felix Y Siauw
ini...

"Kita mungkin takkan kuat bila harus jalani sendiri. Itulah manfaat teman yang bisa terus nasihati"

"Kita mungkin takkan kuat bila harus jalani sendiri. Karena itulah harus dekati Allah dan rasul, dengannya kita kuat"

"Dan bila kenangan membuatmu risau, mungkin harus mengingat lagi. bahwa engkau lakukan semua karena Allah"

entah aku yang terlalu kaku, atau gimana ? tapi tulisan itu membuat aku pribadi tersadar dan tertampar keras tepat di wajah hati dan otak--pastinya. aku sadar, buat apa kita galau ? buat apa kita mengeluh ? kita punya Allah. kita punya Al-quran sebagai petunjuk. kita punya Rasul sebagai guru tauladan yang baik. 

buku ini... recommend :'}
mau pinjem ? for pleasure.. 

ps ; nikah no ! taaruf no ! 
pacaran, no ! ta'aruf, yes !nikah, yes !
yang tentunya pada waktunya loh, yaaa

Kamis, 24 Juli 2014

catatan di bulan Juli


#Akhir Juli. dengan perut keroncongan menunggu adzan maghrib tiba. Disaat yang bersamaan, ingin mempercepat waktu dan memberhentikan waktu. Mempercepat waktu karena tak tega membiarkan lambung yang kosong kerontang dengan waktu yang lama. memperlambat waktu karena tak kuasa untuk meninggalkan bulan yang suci ini. (25 juli 2014)

#sudut mataku perih karena terluka "Jangan dikucek !" begitu perintah ibuku. tapi rasa gatal hanya dapat diobati dengan garukan bukan ? sama seperti halnya kantuk yang diobati dengan tidur . akhirnya aku menggaruk mata sendiri, menahan sakit sambil meringis. (25 juli 2014)

#tidak ada lagi yang pelan-pelan mengendap dibelakangku. tidak ada lagi yang pelan-pelan mengekoriku lewat sudut matanya. tidak ada lagi tawa pecah sambil bergurau. tidak ada lagi raut kekhawatiran yang tergambar jelas di wajahnya. hilang. pergi. lepuh karena terbakar. terkikis oleh lautan. atau mengabu ?
sesederhana itu kah ? (14 juli 2014)

#detak jantung itu kembali normal. Mata ini kembali melihat dengan baik. tidak ada lagi sinar dan bunga-bunga ketika aku menatapnya. tidak ada lagi secercah harapan untuk memiliki yang selalu menggebu-gebu didalam diriku. apakah baik ? tentu saja !
tapi... ruangan itu telah kembali kosong. meninggalkan debu tidak bertuan. meninggalkan sudut-sudut. yang selalu meminta untuk dimiliki. (13 juli 2014)


Andai

assalamualaikum...

gak kerasa ternyata blog ku udh usang aja. well, ini post pertama ku lagi. setelah sekian lama gak nulis.
bismillah.. haha mentang2 bulan ramadhan, jadi rada2 kebawa religius ke blog nya.. hoho cekidot aja deh

"Andai"

Berandai...
melihat keatas langit yang penuh dengan komet, planet, bintang, nebula, katai
tampak nyata bukan ?
semua tampak riil
lalu aku terhempas begitu keras ke tanah
tulang ku rasanya remuk.
sakit.
ngilu.
lalu kulihat lagi keatas langit
yang tampak hanya bintang kecil yang bahkan jumlahnya 'masih' bisa kuhitung

Berandai...
aku melihatmu memakaikan jaket untukku
menggenggam tanganku erat sambil terus berbisik
"Jangan menangis, aku masih disini"
ujarnya parau
ia tersenyum lagi
senyumnya mengembang. membuatku ingin balas genggamnya erat
lalu lagi-lagi aku terhempas sedemikian hebat ke tanah
kali ini lebih sakit
tulangku rasanya bergesekan satu sama lain
hingga terdengar bunyi 'krek' yang menyakitkan telinga
aku hampr menangis,
kulihat lagi lelaki itu
ia tersenyum padaku.
lalu memakaikan jaketnya pada diriku yang lain.
mungkin saja,
mungkin...

Berandai...
aku menempelkan jariku dikaca mobil yang dingin,
menghembuskan nafas pelan pelan didekatnya, agar uapnya menempel di kaca
samar, seorang remaja yang sering orangtuaku sebut
'gembel tak berpendidikan' itu mendekati mobilku
aku menatapnya iba
memberinya uang recehan agar ia bisa cepat pergi
lalu aku terhempas lagi untuk kesekian kalinya
kali ini tidak lagi terasa sakit
karena tulangku sudah remuk semua
hingga rasanya aku sudah terbiasa dengan ini
Aku membuka mata lagi.
melihat seberapa jauh aku berandai..
aku melepas topi lusuhku
menggenggam erat recehan yang diberikan oleh perempuan tadi

esok hari.. aku akan menjadi apa ?
'Aku' yang bodoh kembali berandai...

ps: ini tulisan gajelas sepanjang bulan ramadhan. hehehe.
btw, kalian ngerti maksud dari tulisan ku itu ?
 

(c)2009 SPLIT. Based in Wordpress by wpthemesfree Created by Templates for Blogger