Kamis, 24 Juli 2014
catatan di bulan Juli
#Akhir Juli. dengan perut keroncongan menunggu adzan maghrib tiba. Disaat yang bersamaan, ingin mempercepat waktu dan memberhentikan waktu. Mempercepat waktu karena tak tega membiarkan lambung yang kosong kerontang dengan waktu yang lama. memperlambat waktu karena tak kuasa untuk meninggalkan bulan yang suci ini. (25 juli 2014)
#sudut mataku perih karena terluka "Jangan dikucek !" begitu perintah ibuku. tapi rasa gatal hanya dapat diobati dengan garukan bukan ? sama seperti halnya kantuk yang diobati dengan tidur . akhirnya aku menggaruk mata sendiri, menahan sakit sambil meringis. (25 juli 2014)
#tidak ada lagi yang pelan-pelan mengendap dibelakangku. tidak ada lagi yang pelan-pelan mengekoriku lewat sudut matanya. tidak ada lagi tawa pecah sambil bergurau. tidak ada lagi raut kekhawatiran yang tergambar jelas di wajahnya. hilang. pergi. lepuh karena terbakar. terkikis oleh lautan. atau mengabu ?
sesederhana itu kah ? (14 juli 2014)
#detak jantung itu kembali normal. Mata ini kembali melihat dengan baik. tidak ada lagi sinar dan bunga-bunga ketika aku menatapnya. tidak ada lagi secercah harapan untuk memiliki yang selalu menggebu-gebu didalam diriku. apakah baik ? tentu saja !
tapi... ruangan itu telah kembali kosong. meninggalkan debu tidak bertuan. meninggalkan sudut-sudut. yang selalu meminta untuk dimiliki. (13 juli 2014)
0 komentar:
Posting Komentar